kabar berita
you're reading...
arema indonesia aremania

FIFA Cekal Kamerun, Arema Cuek

MALANG – Sekretaris Jendral PSSI, Joko Driyono, baru saja membuat statemen soal pelarangan pemain berkewarganegaraan Kamerun, untuk bermain di Liga Indonesia musim depan. Sebab, FIFA baru saja mencekal FECAFOOT (Federasi Sepakbola Kamerun), termasuk para pelatih dan pemainnya, sehingga tak bisa mengikuti liga maupun klub di luar negaranya.
Meskipun status pemain Kamerun di Indonesia, musim ini masih aman, Jokdri sudah memastikan musim depan, Liga Indonesia bakal berjalan tanpa pemain-pemain dari Kamerun. FIFA pun sudah mengirim surel resmi kepada PSSI tentang pencekalan FECAFOOT.
Apabila pencekalan FIFA terhadap federasi sepakbola Kamerun tidak dicabut sampai tahun depan, maka pemain berkewarganegaraan Kamerun bakal dilarang main di Indonesia. Banyak pemain berdarah Kamerun yang mengais rezeki di ISL, salah satunya defender Arema Indonesia, Thierry Gathuessi.

Namun, ketika dikonfirmasi soal isu ini kemarin (9/7), Thierry tampak biasa-biasa saja. Rupanya, meskipun keturunan Kamerun, ia adalah warga negara Perancis.

’’Saya sudah berada di Perancis sejak usia 8 tahun. Saya adalah warga negara Perancis. Saya ke Kamerun hanya saat liburan,’’ ungkap Thierry kepada Malang Post kemarin.

Dengan paspor Perancis, tentu saja defender Singo Edan berusia 32 tahun itu tidak terlalu memikirkan soal status dan legalitasnya bermain di Indonesia musim depan. Karir sepakbolanya di Indonesia masih aman. Paspor Perancis memberinya jaminan legal dalam mencari rezeki di Indonesia.
Kala pemain asal Kamerun lain, seperti Herman Dzumafo Epandi hingga Mbida Messi, harap-harap cemas soal legalitasnya bermain di Indonesia musim depan, Thierry bisa melenggang aman. Meski demikian, mantan defender klub Liga Perancis, Montpellier itu prihatin dengan kondisi sepakbola di Kamerun.
Bagaimanapun, salah satu negara barometer sepakbola di Afrika tersebut, memiliki ikatan emosional tersendiri bagi Thierry. Dia merasa sedih dengan kondisi tanah kelahirannya. Apalagi, mantan defender Sriwijaya FC itu menilai Kamerun, sebagai negara dengan tradisi sepakbola yang kuat.

‘’Saya merasa sangat sedih dengar Kamerun dihukum FIFA. Itu negara yang menyenangkan. Semua orang menyukai sepakbola di sana, saya harap permasalahan yang menimpa Kamerun bisa secepatnya selesai,’’ ungkap pemain kelahiran Bafoussam, Kamerun tersebut.

Terpisah, manajemen Arema juga tidak ambil pusing dengan isu ini. Disinggung soal isu tersebut, manajemen Arema sepertinya tidak terlalu memikirkannya.
General Manager Arema, Ruddy Widodo menyebut, sekarang yang sedang dipikirkan oleh pemain, tim pelatih dan manajemen adalah bagaimana cara meraih kemenangan di sisa kompetisi.

‘’Thierry sudah berkewarganegaraan Perancis, kami tidak khawatir dengan hukuman FIFA bakal mempengaruhi Arema, sekarang yang dipikirkan pemain, pelatih dan klub adalah bagaimana menang terus di sisa laga,’’ ujar Ruddy ketika dikonfirmasi semalam.

Sumber: Malang Post

Ikuti Kami Di Twitter, Follow: @AremaSport, Untuk Mengetahui Berita – Berita Terbaru Yang Di Update Dari Kami !!

About AremaSport

berita tentang arema indonesia dll

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: