kabar berita
you're reading...
Aremania televisi online - berita pilihan

Saat Reputasi Suporter Menandingi Klub: Pasoepati (1)

SOLO – Reputasi kelompok suporter sepakbola biasanya mengekor reputasi klub yang mereka dukung. Wajar saja, karena suporter terbentuk belakangan setelah klub berdiri.

Pertumbuhan sebuah kelompok suporter sedikit-banyak berbanding lurus dengan prestasi klub yang didukung. Semakin menjulang prestasi klub, reputasi dan jumlah suporter akan semakin bertambah.

Namun dunia sepakbola selalu menghadirkan anomali. Reputasi kelompok suporter tak selamanya dibangun bersama dengan reputasi klub, bahkan bisa melampauinya. Dalam konteks ini, suporter menjadi bagian yang terpisah dari klub sepakbola yang didukung. Kelompok suporter adalah identitas tersendiri.

Di Indonesia, saya melihat anomali ini pada kelompok suporter Solo Pasoepati, kelompok suporter Jember Berni, kelompok suporter Surabaya Bonek, dan kelompok suporter Malang Aremania. Empat kelompok ini membangun reputasi dengan cara, keunikan, dan karakter masing-masing.

Pasoepati adalah akronim dari Pasukan Suporter Solo Paling Sejati. Sebelumnya adalah Pasukan Suporter Pelita Sejati, karena terbentuk untuk mendukung Pelita Jaya yang berubah nama menjadi Pelita Solo, setelah pindah markas dari Lebak Bulus, Jakarta. Solo sudah lama tak memiliki klub sepakbola berprestasi, setelah Arseto bubar dan Persis tak juga bangkit. Kehadiran Pelita tentu saja disambut gembira, dan terbentuklah Pasoepati pada tahun 2000.

Pasoepati dibangun dengan struktur kepengurusan dan organisasi yang jelas, dengan dipimpin seorang presiden. Mereka membuat data basis keanggotaan dan mengeluarkan tata tertib yang mengikat seluruh anggota. Pasoepati adalah kelompok suporter pertama yang bertandang ke Gelora 10 Nopember Surabaya dengan jumlah besar. Sekitar dua ribu orang memerahkan stadion pada tahun 2000. Saat itu, Pelita menahan imbang Persebaya 2-2.

Kehadiran Pasoepati membuat Pelita Jaya untuk pertama kalinya didukung suporter dalam jumlah masif. Namun banyaknya suporter tak membuat Pelita bertahan di Solo dan memilih pindah ke Purwakarta. Solo kemudian kedatangan ‘klub pengungsian’ baru: Persijatim. Klub ini sebenarnya klub eks perserikatan asal Jakarta Timur. Setelah pindah ke Solo, klub tersebut bertransformasi menjadi Persijatim Solo FC.

Pasoepati mengalihkan dukungan kepada mereka. Stadion Manahan kembali memerah. Namun, lagi-lagi, klub pengungsian itu tak bertahan lama. Persijatim Solo FC pindah ke Palembang dan berubah nama menjadi Sriwijaya FC.

Datang dan perginya dua klub tersebut tak ubahnya batu ujian bagi Pasoepati. Kelompok suporter ini tetap bertahan. Saat Liga Primer Indonesia digelar pertama kali tahun 2011, Pasoepati mendukung Solo FC, klub yang sama sekali baru dan tidak memiliki akar. Kini setelah klub Persis Solo kembali berlaga di Divisi Utama, Pasoepati mengarahkan dukungan untuk klub lokal tersebut.

Boleh jadi, Pasoepati adalah kelompok suporter sepakbola pertama di dunia yang berganti-ganti klub dukungan. Ini sebuah keunikan, karena Pasoepati pada akhirnya tidak diidentikkan dengan satu klub tertentu, namun pada kota asal mereka.

Di sinilah reputasi Pasoepati terbangun sebagai bagian dari ikon kota, melampaui reputasi Persis yang memang sudah lama tak bersinar. Apalagi, Pasoepati juga beberapa kali menggelar kegiatan sosial di luar urusan sepakbola.

Sumber: BeritaJatim.com

Ikuti Kami Di Twitter, Follow: @AremaSport, Untuk Mengetahui Berita – Berita Terbaru Yang Di Update Dari Kami !!

About AremaSport

berita tentang arema indonesia dll

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: