kabar berita
you're reading...
Uncategorized

Gara-gara Flare, Kena Semprit Komdis

– Jelang pertandingan super big match lawan Persipura Jayapura besok (12/5), Arema Indonesia memperoleh kabar kurang baik. Kemarin (11/5), pihak manajemen Singo Edan merilis surat dari Komisi Disiplin PSSI, yang menyatakan menghukum Aremania, suporter Arema, berupa peringatan keras.

Dalam surat nomor 33/KEP/KD/ISL/IV-13 yang bertajuk hukuman terhadap Aremania, sanksi peringatan dijatuhkan kepada suporter Arema atas insiden yang terjadi kala bertandang ke Stadion Tri Dharma, kandang Gresik United.
Disebutkan dalam surat, pada tanggal 7 Maret 2013 Aremania terbukti bertingkah laku buruk. Dideskripsikan dengan membakar kembang api dan petasan pada menit 20, 40, 60 dan 72 serta pada menit 45 hingga pertandingan selesai, Aremania berada di setel ban lapangan bagian sisi selatan.

Tindakan Aremania ini disebut melanggar Peraturan Organisasi PSSI nomor 06/PO-PSSI/III/2008 tentang kode Disiplin pasa 75 ayat dua.

Pelanggaran ini membuat Komdis PSSI merasa perlu menghukum Aremania berupa sanksi peringatan. Hukuman ini dirilis oleh Komdis atas laporan pelaksana pertandingan Gresik United tanggal 7 Maret 2013.

Keputusan memberi hukuman berupa peringatan terhadap Aremania itu disahkan tanggal 17 April 2013. Surat tersebut ditetapkan di Jakarta, 17 April 2013 dengan tanda tangan Ketua Komdis PSSI, Hinca IP Panjaitan.

Manajemen Arema yang menerima kabar ini tentu saja shock dan terkaget. Media Officer Arema, Sudarmaji pun mengaku hukuman ini sangat merugikan Arema dan Aremania.

‘’Ya ini merugikan kita Arema dan Aremania. Meskipun, bentuk hukumannya masih berupa peringatan,’’ ujar Sudarmaji kepada Malang Post.

Apabila sanksi berupa peringatan ini tidak digubris oleh pihak manajemen dan Aremania, dengan tetap melakukan pelanggaran Manual Liga, berupa penyalaan flare dan kembang api saat pertandingan, maka sanksi sesungguhnya sudah menanti.

‘’Kita terancam sanksi denda manajemen Rp 500 juta. Kemudian, Arema akan menjalani partai usiran dan tak bisa berlaga di Stadion Kanjuruhan. Aremania juga tak boleh pakai atribut Arema, seperti yang pernah kita alami di medio tahun 2000-an,’’ ujar mantan wartawan tersebut.

Ia berharap, hukuman peringatan dari Komdis PSSI ini bisa menjadi bahan introspeksi bagi semua pihak, agar tidak sampai terjadi hukuman lagi, yang lebih parah. Korwil Aremania Jalur Gazza, Amin yang menerima kabar ini pun cukup terkaget ketika dikonfirmasi Malang Post.
’’Kalau memang itu benar, ada hukuman dari PSSI, ya kita harus patuhi, padahal sebenarnya saya berencana bikin atraksi kreativitas, bikin spanduk panjang kemudian diberi red flare di belakangnya, kalau main malam, itu jadi pemandangan bagus,’’ ujar Amin.

Namun, apa mau dikata, dengan rilis hukuman dari Komdis PSSI, Amin tak mau membuat Aremania dan Arema sengsara. Ia pun mengurungkan niatnya untuk menggelar atraksi kreativitas di Stadion Kanjuruhan saat pertandingan lawan Persipura Jayapura, Minggu malam.

Tapi, pria berusia 44 tahun ini tetap menegaskan, Komdis PSSI tak boleh diskriminatif dan hanya menghukum Aremania saja. ’’Komdis PSSI jangan diskriminatif, kalau Aremania diperingatkan, pelanggaran-pelanggaran di klub lain juga dihukum dong,’’ tutup Amin.

About AremaSport

berita tentang arema indonesia dll

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: