kabar berita
you're reading...
Uncategorized

Pengapesan Arema Indonesia, Pada Bola Mati

MALANG – Perjalanan Arema Indonesia, selama putaran pertama ISL 2012/2013, cukup berliku. Posisi runner up klasemen paruh musim, yang kini digenggam Singo Edan, tak didapat dengan mudah. Banyak kejadian dan insiden yang mewarnai pencapaian ini.

Tak heran, headcoach Rahmad Darmawan (RD) yang dikonfirmasi kemarin (5/5) pun, sudah melakukan evaluasi internal soal teknis permainan dari Alberto Goncalves dkk selama putaran pertama.
Hasilnya, Arema dinilai memiliki pertahanan yang baik jelang putaran pertama berakhir. ‘’Belakangan ini, kita sudah cukup kuat dalam organisasi pertahanan. Pemain belakang sudah saling mengenal. Mereka juga sudah paham strategi dan taktik yang saya minta,’’ ujar RD kepada Malang Post.

Pelatih berusia 46 tahun ini menyebut, pertahanan kokoh yang disebutnya baik, ditunjukkan oleh Munhar dkk ketika dijamu Persipura Jayapura. RD menilai, para defendernya mampu mematikan pergerakan tajam para penggawa Mutiara Hitam, julukan Persipura.
Sebut saja Boaz Salossa, Gerard Pangkali, Ian Louis Kabes, Yustinus Pae hingga Lukas Mandowen. Hanya Zah Rahan Krangar saja yang mampu membobol gawang Kurnia Meiga di Stadion Mandala. Itu pun terjadi di menit-menit terakhir.

Dalam enam pertandingan terakhir pun, pertahanan yang digalang jenderal flamboyan Purwaka Yudi, juga cukup imbang. Pada tiga pertandingan lawan Persib, Persiwa dan Persipura, Arema kemasukan empat gol.
Sedangkan di tiga pertandingan sebelumnya, yakni lawan Persita, Persela dan Persepam, Arema tidak kemasukan gol sama sekali alias clean sheet tiga kali secara beruntun.

Namun demikian, tetap ada kelemahan mendasar dalam organisasi pertahanan yang dibangun oleh Victor Igbonefo dkk. Yakni, gol-gol yang merobek jala Arema dari tendangan bola mati.

‘’Ada persoalan mendasar yang harus dipahami pemain. Kebanyakan gol yang membobol gawang kita asalnya dari bola mati,’’ ujar pelatih asal Metro Lampung berdarah Jawa itu.

Menurutnya, pemain masih terlalu sering mengobral pelanggaran di 2/3 lapangan. Sebab, pada posisi inilah peluang untuk membuat gol dari bola mati terbuka lebar.
Hal inilah yang membuat Arema belum pantas disebut sebagai tim dengan pertahanan terbaik di ISL. Setidaknya, dari hitungan kertas, Persipuralah yang layak memegang sebutan tersebut. Dari 17 laga yang dijalani, Bio Paulin dkk hanya kebobolan enam gol. Tiga gol terjadi di laga home, sementara tiga gol sisanya terjadi di laga away.

Soal ketajaman lini depan, Arema juga tampaknya perlu evaluasi. Dalam enam pertandingan terakhir, Christian Gonzales dkk mencetak delapan gol. Bandingkan pada awal musim. Dalam enam laga awal putaran pertama, Sunarto cs sanggup mencetak 14 gol.

Jika dirunut, maka produktivitas Arema sekarang juga merosot, sehingga kalah dari Persipura dan Persib. Arema mencetak 36 gol selama putaran pertama, sedangkan Persib dan Persipura sama-sama membuat 38 gol, atau selisih dua biji gol dengan Arema.

Sebagai evaluasi jelang putaran kedua, RD berencana memperbaiki prestasi pemain soal urusan gol. ‘’Ke depan, kita akan menjadi second line sebagai pencetak gol alternatif. Dengan begitu, ada sinergi dan variasi serangan dalam permainan,’’ tutup RD.

About AremaSport

berita tentang arema indonesia dll

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: