kabar berita
you're reading...
Uncategorized

Awas Dingin dan Peluit Siluman

WAMENA – Duel jagoan kandang bakal terjadi sore ini, Minggu (28/4) di Stadion Pendidikan, kick off pukul 16.00 WITA atau 14.00 WIB. Persiwa Wamena dan Arema Indonesia, dua tim yang tak terkalahkan selama putaran pertama ISL bakal bertemu dan saling mempertahankan gengsi. Namun, keuntungan ada pada pihak tuan rumah, Persiwa, yang bermain di kandang sendiri. Sementara, Arema harus merelakan diri dating jauh-jauh dari Malang untuk menjadi tamu di Wamena.
Didukung oleh cuaca kandang yang dingin dan susah diadaptasi oleh tim lawan, termasuk Singo Edan, Persiwa tak pernah sekalipun bertekuklutut kepada tamu. Mengalahkan tim dengan keuntungan seperti ini adalah tugas berat yang kini dipikul oleh Gregory Junior Nwokolo sebagai kapten. Ia bertanggung jawab membawa rekan setimnya berjuang untuk tidak kalah di Wamena.

“Greg akan jadi striker, menggantikan Beto yang cedera. Ia juga menjadi kapten untuk membantu timnya agar meraih hasil maksimal di Wamena, target saya adalah anak-anak main ngotot, tidak mau menyerah. Saya selalu optimis dalam pertandingan, tim bisa dapat poin,” terang headcoach Arema, Rahmad Darmawan (RD).

Target merengkuh poin yang ditargetkan RD memang sudah dipasang sejak keberangkatan dari Malang. Untuk meraih poin di Wamena, Arema harus menghadapi tekanan Persiwa. Khususnya barisan striker yang tajam. RD menyadari hal ini dan sudah menyiapkan strategi untuk meredam ketajaman dua striker, yakni Zekou Camara dan Junior. “Kita sudah siapkan strategi meredam striker lawan. Barisan pertahanan akan bermain disiplin dan ketat. Kita siapkan pemain yang paling baik kondisi fisik dan mentalnya untuk turun sebagai defender,”  ungkap pelatih berusia 46 tahun itu. RD membawa beberapa pemain yang cukup mumpuni di lini belakang.

Purwaka Yudi, Victor Igbonefo, Munhar, Thierry Gathuessi, Hasim Kipuw hingga Yericho Christiantoko. Namun, tugas lain yang diberikan pada Arema adalah mematikan suplai umpan lini tengah kepada dua striker. RD membawa pemain yang kuat bertahan membawa bola di lini tengah, seperti I Gede Sukadana, Hendro Siswanto hingga Dedi Kusnandar. Sedikit meniru kesuksesan Robert Alberts meraup poin di kandang Wamena, RD menyiapkan para pemain tengah ini untuk mendobrak dari second line dengan tendangan jarak jauh.

Apalagi, dengan rekor wasit yang selalu berat sebelah dan membela Persiwa, tentu RD bakal menginstruksikan para pemainnya untuk menghindari offside dan
melakukan serangan variasi. “Kalau lini depan kurang efektif, akan ada pemain tengah yang jadi
solusi untuk membobol gawang Persiwa,” tandasnya.(fin/nug)

Bangkit : Semua Kami Libas
TURUN  dengan separuh kekuatan tidak akan membuat Persiwa Wamena melemah dalam pertandingan sore ini lawan Arema Indonesia. Isu pembayaran gaji yang belum kelar dan pemain-pemain yang desersi tak akan mengurangi keseriusan Laskar Badai Gunung, sebutan Persiwa untuk melibas semua tamu di Stadion Pendidikan, termasuk Arema Indonesia.
Pelatih Persiwa, Subangkit mengungkapkan, timnya bakal melibas lawan yang hendak curi poin di Wamena, tidak peduli siapapun lawan di Stadion Pendidikan. “Saya tidak peduli siapapun lawan Persiwa di kandang kami, semua akan kami libas,” ungkap Subangkit ketika dikonfirmasi kemarin.
Dengan semangat ingin mempertahankan kemenangan sempurna di kandang, Persiwa bakal bermain penuh motivasi. Meskipun, motivasi itu diragukan bisa maksimal karena urusan gaji yang belum terbayarkan. Tapi, Subangkit tidak mau urusan gaji membuat performa dan rekor kemenangan
sempurna Persiwa di Stadion Pendidikan terhenti.

“Kita masih menunggu manajemen membayarkan gaji kita, tetapi saya tekankan pada pemain untuk tetap maksimal di lapangan, seperti rencana awal, kita akan tetap mempertahankan rekor kemenangan di Wamena,” ujarnya. Walaupun demikian, ia sadar benar Arema bukanlah tim yang mudah dikalahkan.
Subangkit menyebut Arema memiliki skuad yang sempurna dengan pemain-pemain berkualitas di ISL. Sosok Christian Gonzales, Greg Nwokolo, Victor Igbonefo sampai Kurnia Meiga tentu menjadi kekuatan bagi klub berlogo singa itu. Apalagi, barisan pemain muda lainnya juga tidak kalah potensial dan berbahaya.
Memori kekalahan dari Arema di Inter Island Cup 2012 tentu menjadi bukti bahwa secara kualitas pemain, Persiwa kalah. Tapi, menurutnya sepakbola bukan hanya di atas kertas. “Sepakbola itu bukan hitungan. Bola itu bundar, semua masih bisa terjadi, apalagi kita sekarang main di kandang,” terangnya.

Dengan dukungan dari warga lokal Wamena, tentu Zekou Camara dkk tetap memiliki sokongan energi tambahan untuk mengalahkan Arema di kandang

  1. Iklan

About AremaSport

berita tentang arema indonesia dll

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: