kabar berita
archives

Aremania

This category contains 23 posts

Duel Pelatih Alumnus Persija dan Arema

Duel antara Arema Indonesia menghadapi Persija Jakarta, Minggu (30/6), menjadi laga syarat emosional bagi pelatih kedua tim. Maklum, kedua pelatih pernah menangani tim lawan.

Pelatih Persija Benny Dolo pernah dua kali menangani Arema, yakni 2004/2005 dan 2005/2006. Bendol mencatatkan prestasi emas di Arema.

Ia membawa Singo Edan menjuarai Divisi Satu (2004) dan Copa Dji Sam Soe (2005 dan 2006).

Bendol juga menangani Persija pada 2009-2010, ketika Macan Kemayoran finis di peringkat 5. Posisinya kemudian digantikan Rahmad Darmawan di musim berikutnya.

Rahmad pun tidak gagal mengantarkan Persija juara di musim 2010/2011. Persija finis di peringkat ketiga.

“Perasaan nostalgia pasti ada. Jujur saya punya kenangan baik di Arema saat meraih gelar juara Copa Dji Sam Soe. Tapi, kita harus profesional dan berpikir bagaimana mengalahkan lawan yang akan kita hadapi,” kata Benny.

Benny Dolo, yang menggantikan Iwan Setiawan di pertengahan musim ini, mengangkat Persija ke urutan 9 klasemen dengan 32 poin dari 26 laga. Padahal, Macan Kemayoran sempat menjadi juru kunci.

RD, sapaan akrab Rahmad Darmawan, respek kepada Persija. Peningkatan performa Macan Kemayoran di putaran kedua kompetisi ia nilai berkat kejelian Benny Dolo.

“Benny Dolo sangat jeli memilih pemain yang cocok untuk meningkatkan tim. Itu sebuah pencapain bagus yang tidak bisa dianggap enteng. Saya juga pernah berada di Persija. Setahu saya, Persija selalu memiliki semangat bertarung yang tinggi sebagai tim Ibu Kota” kata RD.

Sumber: TRIBUNNEWS.COM

Ikuti Kami Di Twitter, Follow: @AremaSport, Untuk Mengetahui Berita – Berita Terbaru Yang Di Update Dari Kami !!

Arema Dipersulit Persib dan Persipura

– Arema Indonesia, bakal menghadapi tur paling berat yang pernah dilaluinya, sejak berkiprah di paruh pertama ISL musim kompetisi 2012/2013. Singo Edan harus tiga kali away ke kandang tim yang memiliki reputasi kuat di kandang.

Calon lawannya adalah Persib Bandung (20/4), Persiwa Wamena (28/4) dan kandidat kuat juara paruh musim, Persipura Jayapura (2/5).

Arema yang juga menargetkan jadi capolista, bakal dipersulit oleh tiga klub ini. Ketiga kontestan ISL tersebut, sudah tak terkalahkan ketika bermain di kandang. Minimal dalam empat pertandingan terakhir.

Headcoach Rahmad Darmawan (RD) pun terus mengumpulkan keberanian dan mental pemainnya, untuk melakoni ujian terberat ini. ‘’Bagaimanapun, kita harus melewati tur ini. Mau Persib dulu atau Persib terakhir, toh kita harus melakoni semua laga,’’ tutur RD.

Di atas kertas, ketiga laga ini bakal menentukan posisi Arema di klasemen sementara ISL, pada penutupan paruh musim putaran pertama. Apabila bisa memenangi semua laga tersisa, Arema hampir pasti tak perlu bergantung pada hasil pertandingan away Persipura, agar bisa mengkudeta tahta klasemen paruh musim.

Arema saat ini mengumpulkan 33 poin dari 14 kali bertanding. Sementara, Persipura mengumpulkan 34 poin dari 14 kali pertandingan. Andai Arema sanggup meraih 9 poin di tiga laga terakhir, termasuk mengalahkan Persipura di kandangnya, maka posisi tahta klasemen sudah dipastikan milik klub berlogo singa ini.

Apapun hasil yang diraih Persipura di laga away kontra Sriwijaya FC (20/4) dan laga home lawan Gresik United (28/4), tak akan mempengaruhi posisi Arema di tahta klasemen. Karena, Persipura cuma mengumpulkan enam poin, sedangkan Arema sembilan poin.

Namun, skenario ini terlalu berat untuk jadi nyata. Karena itu, alih-alih berharap bisa menang di Jayapura, Arema tampaknya bakal bergantung pada hasil pertandingan away terakhir Mutiara Hitam, julukan Persipura, 20 April nanti, saat dijamu oleh Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring Palembang.
Jika Persipura akhirnya terjungkal, mengalami kekalahan pertamanya musim ini oleh kemenangan Sriwijaya, atau setidaknya hanya bisa main imbang, maka ada peluang bagi Arema merenggut tahta capolista.

‘’Jika lawan Persib kita menang, lawan Persiwa kita menang, akan lebih ringan buat Arema ketika bertandang ke Jayapura. Minimal imbang lawan Persipura, kita bisa capolista,’’ ungkap General Manager Arema, Ruddy Widodo ketika dikonfirmasi.

Setidaknya, lawan Persib dan Persiwa tak akan seberat lawan Persipura. Apalagi, RD sudah memiliki track record baik ketika bertandang ke kandang Persib.

Saat melatih Persija, RD pernah menang di Persib. Perhitungannya, Arema bisa menang dua kali dan imbang satu kali saat lawan Persipura, poin yang diraup adalah 7.

Sedangkan, Persipura, andai imbang di Jakabaring, hanya bisa mencatatkan rekor satu menang (asumsinya GU kalah di Jayapura), dan dua imbang, poin yang dikumpulkan cuma lima.

Praktis, Arema yang kini memiliki poin 33 akan mengakhiri putaran pertama dengan poin 40, sedangkan Persipura hanya 39 poin. Namun, hal ini tidak mudah dicapai. Sebab, Persipura tak pernah mencatatkan satupun rekor imbang di kandang. Tujuh kali main kandang, semuanya menang.
Harapan capolista hanya tersisa pada usulan manajemen untuk membuat laga Persipura-Arema, 2 Mei nanti jadi live di televisi. Usulan ini muncul, karena sebelumnya, manajemen Persipura protes terhadap jadwal ISL usai Pelatnas yang dianggap menguntungkan Arema.

Dikabarkan, atas usul Persipura juga, PT LI mengubah jadwal tiga laga terakhir ISL.
‘’Ada opini kalau perubahan jadwal usai Pelatnas itu menguntungkan Arema. Padahal itu merugikan, kami pun tak tahu menahu soal perubahan ini, dan menerimanya dengan lapang dada demi Garuda,’’ ungkap Media Officer Arema, Sudarmaji.

Karena itu, demi keadilan dan menjaga sportivitas PT LI, Arema mengajukan usulan untuk membuat laga Persipura-Arema di Jayapura, live di televisi.
‘’Demi menjaga sportivitas dan fair play, kami pun mengajukan usulan, agar laga Persipura-Arema 2 Mei nanti ditayangkan secara live. Kami harap usulan kami diloloskan, karena usulan Persipura juga sudah diloloskan, yakni dengan terjadinya perubahan jadwal,’’ tutup Sudarmaji

Rawan Jika Aremania ke Stadion Si Jalak Harupat

Belum hilang bayang-bayang kericuhan supporter Aremania dengan Bonek pekan lalu, Arema Indonesia harus menghadapi tekanan tak kalah berat akhir pekan ini. Klub berjuluk Singo Edan bakal melawat ke kandang Persib Bandung.

Tekanan luar-dalam sudah pasti bakal dirasakan Arema. Selama ini Aremania, supporter Arema, memang tidak pernah akur dengan Viking, pendukung setia Persib Bandung. Bahkan mungkin tim yang menuju stadion juga sudah mendapatkan tekanan tersendiri dari supporter tuan rumah.

Sebenarnya potensi kericuhan bobotoh persib dengan Aremania masih jauh di bawah Bobotoh-The Jak. Namun bukan tidak mungkin Viking yang dekat dengan Bonek, supporter Persebaya, bakal memberi tekanan lebih besar karena Aremania dan Bonek baru saja berseteru pekan lalu.

Arema pun siap mengambil langkah antisipasi. “Kalau memang situasinya rawan, mungkin Aremania lebih baik tidak ke stadion. Soal tim, saya rasa tekanannya selalu sama di setiap musim. Hanya saja kalau memang diperlukan, kami akan meminta pengawalan lebih ketat,” ujar Ruddy Widodo.

Walau optimistis pertandingan berjalan kondusif, pihak Arema hanya khawatir ada yang menyalahgunakan isu perseteruan Aremania dan Bonek. Walaupun mungkin isu itu tidak berlaku di bandung,

Terlepas bagaimana pun kondisinya, bobotoh memang menjadi salah satu supporter yang hampir menyamai Aremania saat memberikan dukungan ke timnya. Secara kuantitas, supporter fanatik Maung Bandung bisa memadati stadion dan itu bisa menjadi tekanan tersendiri bagi Arema indonesia.

Jika Aremania datang menginginkan pengawalan ketat.

    Bersaing Di Papan Top Skor

    Bomber Persib, Persipura & Arema kini bersaing ketat menjadi top skor sementara Indonesian Super League (ISL) 2013. Dengan perjalanan kompetisi yang masih panjang, membuat perburuan top skor ini menjadi sesuatu yang pantas disimak perkembangannya.

    Persipura mewakilkan satu nama yang sudah tidak asing lagi ditelinga pencinta sepakbola nasional, Boaz Solossa.

    Setelah sempat mengalami patah kaki, banyak yang memprediksi bahwa karir Boaz di lapangan hijau akan habis.

    Namun kenyataan berbicara lain, kini Boaz malah tampil sebagai salah satu bomber tersubur di ISL musim ini.

    Terakhir pemain yang baru saja meraih gelar sarjana ini, berhasil mencetak 2 gol di kandang Pelita Bandung Raya.

    Di level Timnas Indonesia, torehan satu gol Boaz ke gawang Arab Saudi menjadi bukti bahwa pemain Mutiara Hitam ini benar-benar senimansepak bola.

    Dari Persib Bandung diwakilkan oleh satu nama yang sedang naik daun, Sergio Van Dijk. Meski sempat diterpa kabar simpang siur prihal bergabungnya bersama Maung Bandung, namun kini Van Dijk menjadi idola baru bagi pencinta sepak bola nasional.

    Penampilan striker berkepala plontos ini memang sangat memikat. Terakhir Van Dijk sukses menjebol gawang Persita, sekaligus membawa Persib unggul telak dengan skor 5-1.

    Sementara itu dari Arema diwakilkan oleh 2 nama yakni Cristian Gonzales dan Albeto Gonzalves. Mungkin ini adalah duet bomber yang paling subur, di ISL kali ini.

    Penampilan kurang menawan Gonzales bersama Persisam di musim sebelumnya, dibayar tuntas oleh pemain naturalisasi itu di Arema musim ini.

    Bersama Beto, Gonzales menjadi pilihan utama bagi Rahmad Darmawan untuk menggedor setiap lawan yang dihadapi Singo Edan.

    Bagi pembaca Sidomi yang penasaran melihat persaingan di papan top skor ISL musim ini,

    Jebol gawang Persela, Gol Ke-100 Beto Goncalves

    Striker Arema Indonesia asal Brazil, Beto Goncalves menorehkan gol keseratusnya selama berlaga di Indonesia dalam lanjutan Liga Super Indonesia 2013, Minggu (14/4/2013).

    Gol tersebut menyumbang kemenangan 2-0 Arema Indonesia atas tamunya Persela Lamongan. Gol keseratus tersebut dicetak Beto melalui tendangan penalti di menit ke-7 babak pertama. Penalti dihadiahkan oleh wasit Kusni asal Samarinda, setelah gelandang serang Arema Indonesia, Greg Nwokolo dijatuhkan pemain belakang Persela Lamongan, Eki Taufik di dalam kotak penalti.

    Pertandingan malam hari itu sebenarnya cukup berimbang. Para pemain Persela Lamongan memberikan perlawanan keras pada tuan rumah. Ketatnya pertandingan membuat wasit mengeluarkan tiga kartu kuning pada paruh pertama pertandingan tersebut, masing-masing untuk Gustavo Lopez dan Jimmy Suparno (keduanya dari Persela Lamongan) serta Dedi Kusnandar (Arema).

    Kedudukan 1-0 untuk keunggulan sementara tuan rumah berakhir hingga turun minum. Memasuki babak kedua, pelatih Arema Indonesia, Rahmad Darmawan mengganti Beto dengan Dendi Santoso. Suntikan darah segar menjadikan barisan Singo Edan semakin beringas menyerang pertahanan Persela. Di menit ke-75, dengan semangat dan kejeliannya, Dendi Santoso berhasil mencuri peluang dan menjebol gawang Laskar Joko tingkir.

    Untuk kedua kalinya, kiper Khoirul Huda harus memungut bola dari gawangnya. Dengan modal keunggulan 2-0, para pemain Singo Edan semakin lepas dalam bermain. Berulang kali mereka mencoba menyerang pertahanan lawan.

    Di kubu Persela sendiri, Laskar Joko Tingkir tersebut enggan menyerah begitu saja. Mario Costas dan kawan-kawannya terus berusaha menyusul ketertinggalan. Namun hingga pertandingan berakhir, kedudukan bertahan 2-0 untuk kemenangan tuan rumah. Selebrasi berlebihan dari Aremania (suporter Singo Edan) dengan menyulut kembang api, menyebabkan Stadion Kanjuruhan sempat gulita karena asap pekat.

    Pertandingan sempat dihentikan sesaat di menit ke-86. Kemenangan itu menjadikan Arema Indonesia kembali menyodok di peringkat dua klasemen sementara liga mengungguli Mitra Kukar. Namun masih tetap setingkat di bawah Persipura Jayapura. “Persela memberikan perlawanan cukup sengit. Apapun hasil laga ini, akan menjadi bahan evaluasi untuk laga-laga berikutnya,” ujar Pelatih Arema Indonesia, Rahmad Darmawan.

    Greg: Arema Lebih Kuat Ketimbang MU

    JAKARTA — Usai sembuh dari cedera dan bermain bagus saat membela timnas Indonesia dan laga Arema Indonesia melawan Persita Tangerang, Greg Nwokolo sangat percaya diri saat timnya menjamu Persepam Madura United (MU) Sabtu (6/4) sore nanti.

    Pemain naturalisasi dari Nigeria itu mengatakan ia sangat yakin Arema bisa membekuk perjuangan Osas Saha. Kepercayaan itu ditunjang karena Arema akan bermain di kandang sendiri.

    “Kita punya banyak pemain bagus, mereka (Persepam) bagus, tetapi kita lebih bagus,” kata Greg yang ditemui usai latihan Arema kemarin, Jumat (5/4) di Stadion Gajayana.

    Greg berpendapat, laga yang dilakukan di Kanjuruhan selalu sulit untuk dimenangkan ketika dia masih membela Pelita Jaya dan Persija Jakarta. Kanjuruhan selalu memberikan tekanan kepada sehingga ia tidak bisa mengeluarkan kemampuan sebenarnya.

    “Ya, kini kan saya adalah pemain Arema. Kini saya merasa mendapatkan tenaga berlebih untuk membantu Arema, hal yang tidak saya dapatkan dulu ketika saya menjadi lawan Arema, ” katanya.

    Akan tetapi Greg mengingatkan rekan-rekannya untuk tetap waspada, karena menurutnya Persepam tidak akan begitu saja menyerahkan poin. “11 pemain yang diturunkan adalah pemain pilihan terbaik Persepam. Jadi kami harus waspada, terutama terhadap counter attack,” ujar Greg.

    Himbau Aremania Tak bawa Tongkat Saat Konvoi!

    - Kabag Ops Polres Malang, Kompol Imam Rofik berharap Aremania bisa menghindari pemakaian tongkat untuk bendera saat berkonvoi di jalanan menuju Stadion Kanjuruhan maupun sepulangnya dari pertandingan.

    “Kami harapkan Aremania-Areman­­ia tak memakai tongkat saat konvoi di luar stadion, maupun saat mendukung timnya berlaga dalam stadion, karena bisa memakan korban warga Malang dan Aremania sendiri,” ungkap Imam.

    Setali tiga uang, Ketua Panpel Arema, Abdul Harris memiliki pendapat sama soal rentannya kondisi sepakbola Jawa Timur saat ini.

    “Pihak keamanan itu terbatas, karena itu, tongkat untuk mengibarkan bendera sebaiknya diganti. Saya harap korwil Aremania dan para Aremania yang senior bisa menularkan info ini. Karena begitu di jalan, oknum suporter pembawa tongkat seperti tak mau tahu,” ujar Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan tersebut.

    Ia mengungkapkan, dirinya pernah menjadi korban dari ulah oknum suporter yang membawa tongkat ketika berpapasan dengan rombongan konvoi.

    Saat itu, kendaraan Harris “diserang” dengan tongkat oleh oknum Aremania. Ia tak mau pengalamannya ini dialami oleh warga Malang yang lain.

    “Korban dari ulah suporter pembawa tongkat ini malah warga Malang dan Aremania sendiri, kita berharap hal ini bisa dipahami,” pungkas Harris

    Full-Back & Sayap Jangan Cemen!

    - Rahmad Darmawan absen untuk melatih Arema, ada acara keluarga yang tidak bisa ditinggalkan membuat dia menyerahkan latihan kepada assisten pelatih.

    Tetapi, tidak ada perbedaan karena RD sudah memberikan intruksi untuk materi latihan yang digelar, Jumat (5/4). Sehingga kondisi sama seperti ada pelatih kepala.

    Usai latihan, Satya Bagja menjelaskan jika dirinya sudah melihat rekaman pertandingan Persepam. Mereka adalah tim kuat dengan punya banyak bek tengah yang punya keunggulan fisik yang kekar. Karena itu dirinya mengaku sudah punya cara untuk membongkar pertahanan.

    Dari evaluasi melawan Persita dan rekaman laga Persepam dan berkaca pada gol yang dibuat oleh Ramdani Lestaluhu, Arema harus banyak mempertahankan serangan dengan keberanian untuk menusuk dari dua sisi sayap.

    “Finishing yang buruk kita benahi, karena saat melawan Persita Tangerang, anak-anak banyak mendapatkan peluang namun hanya mampu membuat satu gol saja. Ini yang terus kita pupuk,” urai Satya Bagja

    Satya mengatakan selain kinerja striker, para pemain sayap Arema juga tidak luput untuk dievaluasi. Salah satunya adalah tidak beraninya pemain full-back untuk membawa bola lebih ke depan. Padahal gol yang tercipta berawal dari Greg Nwokolo yang masuk ke pertahanan lawan.

    “Pemain sayap kita terutama full-back terlalu tergesa-gesa dalam memberikan umpan. Ketika bola masih digaris tengah mereka sudah langsung melakukan umpan crossing, padahal alangkah baiknya jika perlu digiring sebentar untuk kemudian melakukan umpan crossing saat posisi sudah bagus. Selain itu juga keberanian pemain sayap untuk berani membawa bola akan menjadi nilai plus,” tutup Satya

    Arema Vs Persepam, Suporter Persepam tak perbolehkan Datang

    Namun, perkembangan terakhir menunjukkan bahwa pihak pengamanan tak berharap suporter Persepam tersebut datang ke Stadion Kanjuruhan, saat Arema menjamu Persepam.

    Media Officer Arema ISL, Sudarmaji membenarkan hal ini. “Usulan pihak keamanan, suporter tim tamu agar tidak hadir mendampingi timnya Persepam saat main lawan Arema 10 April nanti,” tandasnya seperti dikutip dari Malang Post.

    Pihak kepolisian dan manajemen Arema meminta dengan hormat agar Taretanmania tidak datang karena tak mau ada penyusupan oleh oknum suporter lain yang ingin membuat kisruh di Malang.

    “Arema tak hanya memikirkan izin laga lawan Persepam, tapi juga berkepentingan untuk izin laga home Arema di pertandingan-pertandingan berikutnya,” imbuh Sudarmaji.

    Sementara itu, General Manager Arema ISL, Ruddy Widodo setuju dengan usulan itu, karena untuk kelancaran dan ketertiban di Malang.

    “Kita tak mau hubungan baik Aremania-Taretanmania ditunggangi oknum suporter lain, yang selama ini terindikasi track recordnya kurang baik,” ujar Ruddy.

    Pria yang juga pengusaha travel ini tak ingin kandang Arema yang selama ini memiliki reputasi sebagai stadion aman dan tanpa kerusuhan, disusupi oknum yang ingin memperkeruh iklim sepakbola Jawa Timur.

    Lawan MU, Arema Terancam Tanpa Ridhuan

    - Arema Indonesia kemungkinan besar tak akan diperkuat salah satu bintangnya, M Ridhuan, saat menjamu Persepam Madura United (MU), di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (10/4) mendatang. Pemain asal Singapura itu mengalami cedera saat latihan.

    Pada sesi latihan Arema di Stadion Gajayana Kota Malang, Rabu (3/4), kemarin, Ridhuan mengalami cedera engkel kaki kanan. Akibatnya Ridhuan tidak bisa melanjutkan latihan dan dibopong keluar lapangan oleh dua petugas medis Arema.

    Pelatih Arema Rahmad Darmawan membenarkan Ridhuan mengalami cedera engkel. “Ridhuan mengalami kendala pada engkelnya, mungkin baru besok kita, tahu seperti apa parah atau tidak,” katanya seperti dilansir Indonesia Super League (ISL).

    Dokter tim Arema, Nanang Tri Wahyudi mengatakan Ridhuan kemungkinan harus menjalani pemulihan paling cepat dua minggu. “Paling cepat kemungkinan dua minggu,” katanya.

    Kategori

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 1.518 pengikut lainnya.